Saturday, August 20, 2011

Imam Syafi'i di samping ibu tercinta!

Dengan Nama Allah y Maha Pemurah lagi Maha Pengasih...


Jangan hanya melihat kecerdasan Imam Syafi'i tapi lihat dahulu siapa ibunya...


Dengan kelembutan, kekuatan iman, kasih sayang, cara pandang yang benar, & ketegasannya, ibu mampu membentuk manusia-manusia yang berkepribadian kuat, teguh, berdikari, tahan lasak.



Imam syafi'i rahimahullah yatim sejak bayi. Kehidupan ekonominya sangat susah, tetapi itu tidak membuat ibundanya menyerah untuk tetap memelihara & mendidik anaknya. Meski ditinggal mati suaminya yang bukan berupa harta benda, melainkan manak anak. Dengan keterbatasan ekonomi yang dialaminya, dia tetap menyusun rencana besarnya. Dia memutuskan Syafi'i harus ke Mekah menyambung nasab Quraisy Syafi'i kecil, & berguru dengan para ulama di Masjidil Haram Mekah & Madinah.

Tidak sekadar rancangan, usia 2 tahun, ibunda Syafi'i membawa Syafi'i keluar dari negerinya, untuk membesarkan anaknya, ke Mekah. Dari sanalah, tahap demi tahap perjalanan hidup Syafi'i menjadi luar biasa. Kelak dia tidak saja dikenal sebagai ahli fiqh tetapi juga ahli sastera dengan kumpulan puisi gubahannya. Diapun telah mampu menghafal al-Quran sejak usia 7 tahun. Hingga dia berangkat untuk melanjutkan perjalanan ilmunya ke Madinah berguru kepada guru besar Madinah Imam Malik.

Begitulah ibunda yang telah melahirkan seorang imam besar yang peranannya selalu dikenang hingga hari akhir.


LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...